Pada awalnya saya tidak begitu paham dengan pengertian hiatus. Namun setelah mencari artinya dikamus bahasa inggris yang saya miliki. “Hiatus is a short pause in which nothing happens or is said, or a space where something is missing”. Dalam kamus yang lain, Hiatus adalah kata benda berati rumpun, kekosongan, ruang kosong, ompong. Hiatus adalah kata yang dipakai blogger untuk menyatakan bahwa mereka sedang tidak ada ide untuk ditulis. Sehingga blog mereka tidak update dan tidak terdapat hal baru. Kosong dengan hal baru. Hiatus disebabkan oleh beragam hal. Ada blogger yang menulis berdasarkan mood. Sehingga, jika sedang not in the mood, pastilah ia akan hiatus. Ada blogger yang disibukan dengan urusan duniawinya sehingga tidak sempat mengurus urusan blogawi nya(apa seeh....).
Lalu apa saja yang harus dilakukan pada saat hiatus? apa saja yang dapat dilakukan agar masa hiatus tidak berlarut-larut. Apa saja yang harus dilakukan agar setelah hiatus menghilang, kita kembali dengan semangat yang lebih dahsyat dari sebelumnya.
Berikut 7 kegiatan yang dapat membunuh hiatus. atau mempersingkat masa hiatus.
1. Travelling alias jalan-jalan
Jalan-jalan yang dimaksud bukanlah jalan-jalan yang mahal apalagi harus keluar negeri. Jika anda sudah menyatakan diri sedang hiatus, maka tinggalkanlah laptop, komputer, HP, Gadget, Warnet untuk sementara. Karena tidak ada gunanya juga jika dipaksakan. Pergilah yang tempat-tempat yang dekat. Misalnya, pergi ke sungai, pantai, pasar, mal dekat tempat tinggal anda. Sekedar mengalihkan pikiran dari penatnya dunia maya.
2.Baca buku
Jika anda sedang hiatus, tidak ada salahnya mengalihkan energi yang ada dalam tubuh anda dengan membaca kembali buku-buku kesukaan anda. Tidak harus beli buku baru.
3. Nonton film
Sama dengan yang nomor 3. Menonton kembali film-film kesukaan anda adalah salah satu kegiatan yang bisa menjadi pembunuh hiatus. Dengan nonton film, anda akan mendapatkan sumbangan informasi baru pada otak. Dengan memperhatikan setiap detil film, kreatifitas anda akan kembali tersulut.
4. Bersosialisasi di dunia nyata
Jika selama ini kegiatan blogging membuat kita jarang berinteraksi dengan orang-orang disekitar kita. Maka inilah saatnya untuk meberikan perhatian buat mereka. Termasuk teman-teman dekat selama ini. Manfaatkanlah momen hiatus ini untuk kembali merajut silaturahmi. Inilah saat yang tepat menjemput kembali waktu bersama dengan sahabat di dunia nyata yang telah terenggut oleh birahi blogging yang menggebu-gebu.
5. Main Game
Main game juga bisa mengisi waktu hiatus. Tapi hati-hati, jika anda tidak bisa mengatur waktu, maka masa hiatus anda bisa jadi semakin lama karena lupa waktu.
6. Tetap Blogwalking dan Googling
Jika aktivitas anda memang tidak bisa lepas dari dunia maya, maka tetaplah blogwalking dan googling. Dengan berkunjung ke blognya orang lain, diharapkan kita dapat ide baru.
7. Menulis sebuah artikel yang mendeklarasikan secara terang-terangan bahwa anda sedang Hiatus.
Seorang teman pernah berkata, salah satu cara yang paling tepat untuk mengatasi masalah yang sedang anda alami adalah dengan mengatakannya pada orang lain. Misal, nervous ketika berbicara didepan orang banyak dapat dihilangkan dengan menyatakan terang-terangan pada audiens tersebut bahwa anda sedang nervous berbicara didepan mereka. Ketika apa yang anda rasakan sudah diketahui oleh orang banyak, maka seketika perasaan gundah tersebut akan hilang. Begitu juga dengan hiatus. Ungkapkan ke-hiatus-an anda dengan menuliskannya dalam paragraf sangat pendek di blog anda.
Seperti halnya hidup ini, dunia blogging juga mengalami pasang surut. Pasang surut semangat dan motivasi. Hal tersebut lumrah dan saya pikir semua blogger pernah mengalaminya. Hiatus adalah fenomena biasa. Sejauh mana kita bisa memaknai saat-saat hiatus tersebut sehingga kembali dengan semangat, kreatifitas dan produktivitas yang jauh lebih dahsyat dari sebelumnya.
Andapun pasti punya cara untuk membunuh hiatus.
Salam Berry Devanda
Senin, 08 Februari 2010
7 Kegiatan Pembunuh Hiatus
Label: TipsSenin, 01 Februari 2010
Koin Peduli Bilqis
Label: Serba-SerbiBeberapa hari yang lalu melihatnya di salah satu Stasion TV swasta. Namanya Bilqis Anindya Passa. Ketika muncul di TV tersebut, Bilqis terlihat memang tidak sehat, tubuhnya berwarna kehitam-hitaman mata kekuningan, sebiah ciri yang memang tidak biasa untuk anak bayi yang berusia 17 bulan. Apa yang membaut Bilqis seperti itu. Bilqis yang lahir pada tanggal 20 Agustus 2008 tersebut menderita penyakit Atresia Bilier. Menurut berita yang dilansir detikcom, Bilqis menderita penyakit tersebut setelah 2 minggu semenjak kelahirannya.
Atresia Bilier adalah penyakit dimana tidak terbentuknya saluran empedu atau tidak berkembang secara normal. Untuk menyembuhkannya, Dokter menganjurkan untuk di Operasi secepatnya. Biaya untuk operasinya ditaksir 1 Milyar Rupiah. Operasi tersebut pun harus dilakukan diluar negeri karena di dalam negeri belum bisa terlaksana. Pada saat usianya 50 hari, Bilqis pun telah di operasi. Operasi pengangkatan saluran empedu yang kemudian disambungkan ke usus 12 jari.
Mengingat biaya operasi yang sangat besar, orang tua Bilqis, Donny Ardianta Passa (33) dan Dewi Farida (37) sempat putus harapan. Bagaimana tidak, operasi tranplantasi yang akan dilakukan diluar negeri tersebut membutuhkan biaya yang jauh dari jangkauan mereka. Untuk pengobatan Bilqis sampai hari ini saja tidak sedikit.
Kemudian, terinspirasi dengan Kasus Prita Mulyasari, mereka pun menggalang dana melalui situs jejaring sosial Facebook. Buat anda yang tergerak untuk membantu Bilqis meraih kehidupan masa depan yang cerah dan sehat, silahkan meluncur ke Facebooknya. Disana terdapat nomor rekening untuk menyalurkan Bantuan.
Hidup ini akan terasa lebih indah ketika kita mampu membuat orang lain tersenyum.
Facebook Koin Peduli Bilqis Klik Disini
Sabtu, 30 Januari 2010
Pen Lab
Label: Serba-SerbiPen Lab, adalah nama blog barunya si Berry. Pakai Bahasa Inggris Gitu. Si Berry Sok kebarat-baratan ne? Pakai Nama Pen Lab Segala. Bahasa Inggris aja masih nggak jelas pronoun nya. Nulis Ripiuw saja masih pake Google Translator. Tapi, Sebenarnya bukan gitu juga sahabat. Cuma pengen keren-kerenan aja? Bukan...Bukan...Bukan itu maksud ku. Pada dasarnya Blog ini hanya sebagai cambuk diri agar teruz menulis. Karena pasti saya bakalan malu sama domain nanti kalau nggak update dan menulis di Blog yang satu lagi. Makanya saya paksa diri saya dengan mendirikan blog lagi dengan tetap mempertahankan keberadaan blog ini.
Mengenai fokus blog saya tidak terlalu memusingkannya, biarlah nanti waktu yang menjawab (ya e lah...). Pen Lab ini baru berdiri 3 hari. jadi tampilan masih acak-acakan dan belum layak di sebut blog. Tapi biarlah seiring dengan waktu secara bertahap bisa lebih baik. mohon dukungannya sahabat.
Pada postingan pindah domain ke berrydevanda dot com, saya menanyakan kepada sahabat tentang 2 pilihan. Banyak sahabat yang memberikan saran, saya sangat berterimakasih. Sungguh saya sangat menghargainya. Akhirnya saya memutuskan untuk membangun blog baru. Dengan harapan saya bisa meningkatkan produktivitas menulis apa saja.
Terimakasih atas sumbangsih saran sahabat semua, dan saya tunggu sumbangsih sarannya di blog baru saya Pen Lab.
Salam Berry Devanda
Rabu, 27 Januari 2010
Belajar Entrepreneurship
Label: ResensiSore ini, Tepatnya pukul 3, saya menerima kiriman dari Kang Yayat (Leysbook) berupa sebuah buku yang sangat menarik berjudul Ciputra Quantum Leap. Sebuah buku yang saya dapatkan karena diberi kesempatan untuk mendapatkan tempat terbaik kedua dari lomba yang diadakan oleh Leysbook. Pada Saat tersebut saya membuat tulisan berjudul "Menebar Pengaruh Melalui Blog". Di Samping Buku, ternyata ada lagi satu paket yang saya dapatkan. Sebuah Flashdisk 4GB. Flashdisk ini merupakan kiriman dari Pak De Cholik. Salah satu Ganjaran terhadap saya atas Lomba Motivasi Menulis Blogger Indonesia Yang diselenggarakan oleh Kang Mus. Pada Saat menerima hadiah dari orang-orang yang belum pernah saya kenal tersebut, membuat saya merasa dunia maya yang saya geluti beberapa saat terakhir menjadi nyata.
Terimakasih banyak buat semua. Mudah-mudahan saja Blogosphere Indonesia semakin jaya dan semarak. Kembali ke judul Postingan yang sudah duluan saya ketik dari paragraf ini. Memang terkadang, pengalaman menulis yang masih bau kencur ini, membuat saya tidak fokus paragraf demi paragraf. Diakhir paragraf pertama dan awal Paragraf memaksa saya untuk membahas "nyatanya dunia maya". Hmm..saya pikir bagus juga buat postingan selanjutnya nanti. Tapi, Stop!!! Back to the Judul.
Saya yakin banyak dari sahabat yang sudah membaca buku tersebut. Tapi saya belum. Memang beberapa waktu yang lalu saya sering melihat buku tersebut di toko buku. Sebenarnya sudah lama saya ingin memiliki buku yang membahas tentang Entrepreneur. Lebih tepatnya buku yang memotivasi saya, menyadarkan dan mengejutkan saya bahwa HANYA DENGAN SEMANGAT ENTREPRENEUR, bangsa ini bisa berlari mengejar ketertinggalan dari bangsa lain.
Dulu, Para pendiri bangsa ini bercita-cita agar Indonesia dapat sejajar dengan bangsa lain. Tapi Pada abad 21 ini, Cita-cita tersebut harus di revisi. Bangsa ini seharusnya bukan hanya bercita-cita sejajar dengan bangsa lain, tetapi harus menjadi berisan terdepan, pemimpin bangsa-bangsa lain, sebuah negara yang menghasilkan para inovator, ilmuwan dan orang-orang kaya dunia yang memegang peranan penting dalam gerak laju kelangsungan hidup manusia sekolong jagat ini. Hanya dengan Entrepreneurship bangsa ini dapat bermetamorfosa dari GOOD menjadi GREAT.
Ciputra mencoba menyadarkan bangsanya sendiri, bahwa kemiskinan, ketiadaan modal bukanlah penghalang. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh Ciputra sendiri. Oleh Karena itu, Ciputra ingin membagikan ilmunya dan menyadarkan bangsa Indonesia melalui lembaga pendidikan yang didirikannya.
Dari dulu muncul keinginan saya untuk berwirausaha. Namun selalu saja patah ditengah jalan. Ternyata penyebab utamanya menurut Ciputra adalah Keseriusan, Konsistensi, Disiplin dan Komitmen. Hal tersebut yang belum ada pada diri saya. Namun suatu saat, saya pasti akan menempuhnya. Walaupun nanti dimulai dengan usaha kecil-kecilan. Maaf Sahabat, Kalimat ini saya gunakan adalah untuk memotivasi diri saya sendiri.
Salam Berry Devanda
Jumat, 22 Januari 2010
Pindah Domain ke berrydevanda dot com
Label: Serba-SerbiSalah Satu hadiah yang saya dapat dari lomba motivasi menulis bagi blogger Indonesia kemaren adalah Domain dot com. Sudah Hampir seminggu domain tersebut saya terima dari panitia dengan nama berrydevanda dot com. Ada satu hal yang membuat saya bingung. Manakah yang lebih baik, memindahkan domain blog ini (htttp://berrydevanda.blogspot.com) ke berrydevanda.com, atau membuat blog baru di blogspot kemudian memindahkannya ke berrydevanda.com?
Soalnya, setelah tanya sana-sini, kalau saya memindahkan blog ini langsung ke domain dot com langsung, otomatis Pagerank dan Alexa akan kembali ke Nol besar dan Puluhan Juta. Selain itu, saya harus ubah semua link internal dan eksternal blog ini. Atau lebih membuat blog baru dari nol, kemudian redirect domainnya, dan blog lama ini tetap di biarkan seperti ini. Tapi, saya ragu apakah mampu mengurus dua blog sekaligus nantinya. sedangkan ngurus blog ini sudah sering nggak update.
Manakah yang lebih baik ya? Menurut Sahabat mana yang lebih baik? Mohon bantuan sarannya.
Kamis, 21 Januari 2010
Menulis Tanpa Menggurui
Label: ArtikelSangat menyenangkan membaca sebuah tulisan yang sarat makna. Selalu Saja ada pelajaran hidup yang didapat darinya. Apalagi sebuah tulisan yang disampaikan begitu renyah, bercita rasa, gaya menulis yang unik tanpa terasa sedang digurui oleh si penulis. Banya penulis yang menghadirkan ketentraman setelah membaca tulisannya. Walaupun terkadang pembaca "terjebak" dalam rekayasa emosi yang dihadirkan oleh penulis, tetapi selalu saja ada makna setelah menyelesaikan semua paragraf. Tulisan Helvy Tiana Rossa dan Andrea Hirata adalah salah satu contoh yan bergenre fiksi. Untuk Blogger, bisa saya suka lihat tulisannya Eka Situmorang, Bundo NakJadiMande dan banyak lagi yang lain. Tulisan mereka renyah, syarat nilai-nilai kehidupan, tanpa harus mengorbankan nilai lain dari kehidupan itu sendiri.
Pada Tulisan yang bergenre fiksi, pembaca memang disuguhkan kondisi yan sedemikian rupa, hasil rekayasa dan kreatifitas penulisnya. Sehingga pesan yang ingin disampaikan, sampai kepada pembaca melalui alur cerita. Lantas bagaimana dengan Tulisan yang non fiksi. Seperti Tulisan Ilmiah Populer pada sebuah media massa. Atau Tulisan semi ilmiah yang dimuat oleh para blogger diblognya masing-masing?
Tentu saja, masing-masing penulis punya gaya menulisnya sendiri. Tapi saya pribadi, sealu terkesan dengan gaya menulis orang-orang yang menulis tanpa menggurui. Sebut saja, Syafii Maarif, Eep Saifullah Fatah, Indra J. Piliang, Goenawan Muhammad dan lain sebagainya. Anda tentu juga punya penulis panutan, yang selalu anda tunggu tulisan-tulisan terbarunya. Bagi saya, Tulisan mereka yang saya sebut diatas, sangat penuh makna dan pelajaran. dan saya merasa tidak sedang diajar oleh mereka ketika membaca tulisannya. Tiba-tiba saja, diakhir tulisan, saya dipaksa mengangguk-ngangguk. Entah itu ekspresi setuju, Paham, Atau malah tidak setuju sekalipun.
Berbeda sekali dengan tulisan yang saya post di blog ini. Beberapa hari yang lalu, saya coba baca kembali tulisan-tulisan yang telah di post di blog ini. Setelah saya baca kembali, ternyata banyak sekali kalimat yang saya gunakan adalah kalimat yang bersifat menggurui. Saya heran, kenapa waktu menulis itu tidak sadar bahwa kalimat yang saya gunakan menggurui. Padahal setiap menulis saya selalu berusaha menggunakan kalimat yang baik dan tidak menggurui.
Hmm...Salah satu penyebabnya mungkin adalah birahi menulis pada waktu menyelesaikan tulisan tersebut sangat menggebu-gebu. Atau hanya untuk sekedar Up date. Ternyata memang susah untuk membuat tulisan yang benar-benar berkualitas dan dapat menyampaikan pesan dengan baik tanpa harus menggurui.
Tapi saya yakin, dengan terus berlatih, setiap orang pasti bisa menulis tanpa menggurui. Karena membaca tulisan yang menggurui membuat sebagian orang tidak nyaman. Dengan berusaha untuk terus menulis, Saya berharap bisa mencapai hal tersebut.
Bagaimana dengan Anda? Mudah-mudahan saja Anda tidak merasa digurui oleh tulisan ini
Salam Berry Devanda




